8 Rumah dan Sekolah di Karawang Rusak Imbas Gempa Bekasi M 4,9

Sekolah di Karawang mengalami kerusakan imbas gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Kamis (20/8)

KARAWANG, ULASANBERITA.COM – Gempa berkekuatan magnitudo 4,9 (diperbarui menjadi 4,7) mengguncang wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu malam (20/8/2025) pukul 19.54 WIB. BNPB menyatakan sejumlah bangunan di sejumlah desa mengalami kerusakan akibat gempa Bekasi tersebut.

Dilaporkan sekitar 8 rumah di Kampung Jungkur dan Kampung Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kerusakan dinding dan retak. Total 20 jiwa dari 8 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa ini.

Tak hanya rumah warga, fasilitas umum seperti SDN Kutamaneuh 2 juga rusak—plafon jebol, puing berserakan di kelas, dan ruang kelas yang sempat lengang jadi saksi bisu betapa gempa ini cukup mengguncang. Serupa, aula kantor Kecamatan Pangkalan juga mengalami kerusakan plafon.

Beruntung, gempa terjadi saat tidak ada aktivitas di sekolah maupun aula tersebut, sehingga korban jiwa bisa dihindari.

Apa Penyebab Gempa Ini?

BMKG menjelaskan bahwa gempa Bekasi ini berkategori gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 10 km, berpusat di darat—sekitar 19 km tenggara Kabupaten Bekasi, dekat Waduk Jatiluhur dan Kecamatan Tegalwaru, Karawang.

Gempa ini berasal dari mekanisme sesar naik (thrust) pada zona West Java back-arc thrust, dulu dikenal sebagai Sesar Baribis. Ini adalah jenis gempa yang dapat menimbulkan guncangan signifikan di permukaan.

Baca Juga  Solidaritas untuk Sumatra: Jateng Kirim 40 Relawan dan Bantuan Senilai Rp1,3 Miliar

Getarannya dirasakan nyata hingga ke Jakarta, Bekasi, Depok, Purwakarta, Tangerang Selatan, hingga Bandung. Di Bekasi dan area depannya, termasuk Karawang, intensitas getaran mencapai MMI III–IV—membuat gerabah pecah, pintu-jendela berderik, dan dinding berbunyi.

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top