JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya buka suara terkait sanksi berat yang dijatuhkan FIFA atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Dalam pernyataan resminya, Minggu (28/9), FAM mengakui telah terjadi kesalahan administrasi yang bersifat teknis dalam proses penyerahan dokumen.
Otoritas sepak bola Malaysia ini bahkan langsung mengambil langkah diplomatik tingkat tinggi dengan mengirimkan delegasi langsung ke markas FIFA di Zurich, Swiss, untuk mengupayakan pembatalan sanksi tersebut.
Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Hj Rahman, menegaskan bahwa kesalahan tersebut dilakukan oleh staf administrasi internal.
“FAM ingin menginformasikan bahwa kami telah mengidentifikasi kesalahan teknis dalam proses penyerahan dokumen yang dilakukan oleh staf administrasi,” ujar Noor Azman.
Pihaknya kini tengah menunggu putusan lengkap dari FIFA sebelum mengajukan banding secara resmi sesuai proses hukum yang berlaku.
Lobi Tingkat Tinggi Demi Selamatkan Karier Pemain
Kesalahan teknis ini berujung pada sanksi berat dari Komite Disiplin FIFA yang dijatuhkan pada Jumat (26/9).
Sanksi tersebut berupa denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) bagi FAM, dan yang paling krusial, larangan tampil selama 12 bulan bagi ketujuh pemain.
Merespons keputusan tersebut, delegasi FAM yang dipimpin oleh Presiden Kehormatan Tan Sri Hamidin Mohd Amin segera bertolak ke Zurich.
Hamidin, yang juga merupakan Anggota Dewan FIFA, dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Pertemuan ini bertujuan untuk mengupayakan pembatalan atau pengurangan sanksi terhadap para pemain, mengingat larangan satu tahun penuh akan sangat merugikan karier mereka dan persiapan timnas.






