DeepSeek V3.1 Resmi Meluncur, Optimalkan Kemampuan Koding dan Penalaran

deepseek luncurkan versi 3.1

JAKARTA, ULASANBERITA.com – Perusahaan riset kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, secara resmi merilis model bahasa besar (LLM) terbarunya, DeepSeek V3.1, sebagai model AI open source tercanggih.

Perilisan ini diumumkan melalui platform pengembangan Hugging Face yang juga menandai langkah signifikan dalam pengembangan AI open source dan dapat diakses publik.

Model baru ini merupakan versi yang ditingkatkan dari DeepSeek V3 dan dirancang untuk menawarkan kemampuan yang lebih superior, khususnya di area koding dan penalaran.

DeepSeek V3.1 dikembangkan dengan sekitar 685 miliar parameter dan telah memperluas panjang konteksnya hingga 128K token.

Kapasitas ini setara dengan kemampuan memproses lebih dari 100.000 kata dalam satu kali eksekusi, menjadikannya sangat efektif untuk tugas-tugas yang membutuhkan pemahaman dokumen atau kode program yang sangat panjang.

Dalam pengujian internal, model ini menunjukkan performa yang mengesankan, bahkan mampu melampaui beberapa model AI kompetitor, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup.

Dengan kemampuan terdepan dalam pengujian koding dan pemecahan masalah yang kompleks, DeepSeek V3.1 diposisikan sebagai salah satu model open source terbaik di pasar saat ini.

Dikutip dari TechNode, kehadiran model ini disambut antusias oleh komunitas pengembang global.

Apalagi sifatnya yang open source, para pengembang kini memiliki kebebasan untuk mengunduh, memodifikasi, dan mengintegrasikan model ini ke dalam aplikasi atau proyek mereka tanpa batasan lisensi yang ketat.

Baca Juga  Izin Usaha Dicabut, Pengusaha Tetap Bisa Mengajukan Izin Baru

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top