Gorontalo Sabet Penghargaan BKKBN, Catatkan Penurunan Angka Stunting Paling Signifikan

stunting
ilustrasi

GORONTALO, ULASANBERITA.COM – Provinsi Gorontalo menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangka/BKKBN) sebagai bentuk apresiasi atas penurunan prevalensi stunting yang paling signifikan di seluruh Indonesia.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan bahwa capaian ini adalah bukti nyata dari kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Ia secara khusus memuji peran para petugas di lapangan.

“Penghargaan ini lebih tepat juga disampaikan kepada para petugas yang ada di lapangan. Mereka adalah ujung tombak yang bertugas terdepan dalam penanganan stunting yang senantiasa dekat dengan keluarga yang ada di desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo,” kata Gusnar dikutip dari laman infopublik, Minggu (19/10/2025).

Gorontalo menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil membukukan penurunan angka stunting secara signifikan dalam satu tahun terakhir.

Data menunjukkan, prevalensi angka stunting di Gorontalo tahun 2023 mencapai 26,9 persen, dan berhasil diturunkan menjadi 23,8 persen pada tahun 2024. Penurunan sebesar 3,1 persen ini merupakan angka tertinggi secara nasional.

Dengan momentum keberhasilan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo kini menargetkan penurunan yang lebih ambisius lagi.

Gusnar Ismail bertekad untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai 20 persen atau bahkan di bawah angka itu pada akhir tahun 2025.

Baca Juga  Solidaritas untuk Sumatra: Jateng Kirim 40 Relawan dan Bantuan Senilai Rp1,3 Miliar

Untuk mencapai target tersebut, Gusnar menjabarkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama meliputi penyaluran bantuan pangan dan makanan tambahan secara intensif untuk anak-anak berisiko tengkes, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kemudian penguatan aksi konvergensi yang melibatkan lintas sektor, memastikan semua dinas dan instansi bekerja sama dalam satu tujuan.

“Kami akan berupaya maksimal dan bekerja keras agar di akhir 2025 nanti stunting ini turun menjadi 20 persen atau di bawahnya,” pungkas Gusnar. ***

sumber: infopublik

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top