Perginya Sang Begawan, ….

Romo Mudji
Romo Mudji
Oleh: L.Tonny Purba

 

Lacrimosa dies Illa, qua resurget ex favilla (” hari penuh air mata, ketika manusia dari debu,dan ratapan kesedihan,harapan belas
kasih sang Pencipta” ).

Prof.Franciskus Xaverius Mudji Sutrisno, yang berpulang tanggal 28 Desember 2025, sangat mengejutkan bangsa Indonesia.

Pastor ” Nyeleneh”, Romo, budayawan,seniman, filsuf, dan juga pelukis sketsa ini, dalam keheningan, menemui sang pencipta nya.

Romo Mudji, panggilannya, adalah pribadi “paket komplit ” yang selalu ditunggu pernyataannya.

Penampilan rambut gondrong “terukur ” lebih menampakan sebagai seniman ketimbang rohaniawan.

Guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, milik komuni Katolik yang didalamnya, dia bangun mempunyai mushola, mempunyai gaya bicara lugas, kosa kata yang dipakainya cenderung sastrawi.

Padahal bahasa filsafat amat ketat dengan logika, koherensi,dan sistematika. Ditangannya, filsafat menjadi mudah dicerna, dipahami, dengan contoh konkrit yang tidak dimanupulasi oleh pemikiran.

Penulis 45 buku, diantaranya “ide ide Pencerahan” ( 2004),  “Langkah langkah Peradaban” ( 1994), Oase Estetis ( 2006), “Membaca Wajah Kebudayaan” (2011), “Kebudayaan dan Post Kolonial” ( 2004), “Teori Kebudayaan” ( 2005), semuanya karya-karya yang dikenal dan penuh dengan dimensi pemikiran.

Romo Mudji, bukan hanya seorang rohaniawan yang berdiri di mimbar saja, atau khotbah khotbah agung, melainkan seorang Pastor, yang mengabadikan hidupnya pada kehidupan yg nyata, Religius dan Kultural.

Baca Juga  Pertunjukan JIWA Indonesia Pukau Osaka Expo 2025, Padukan Tradisi dan Teknologi

Tak banyak kenangan, penulis, bersama nya, hanya pernah menghadiri pameran nya dalam Sketsa Gereja ke Gereja di TIM Jakarta. Ingin fhoto bersama nya tapi beliau dikelilingi pengagum nya, penulis menyingkir jauh, dan diam melihat dari kejauhan.

Berpapasan dan langsung kerendahan hatinya menyalami tangan penulis, tersenyum, tidak ditanya siapa? darimana?, gestur raganya yang selalu ” memanusiakan” sesamanya,menjadi ” merknya”.

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top