Ia menekankan bahwa sistem pemerintahan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara penghargaan (reward) dan hukuman (punishment). Tanpa sanksi nyata, integritas Pemkot dan DPRD Kota Bekasi dinilai ikut tercoreng.
Desakan Pergantian Pimpinan
Lebih jauh, Joker menyarankan agar Wali Kota Bekasi tidak ragu melakukan penyegaran kepemimpinan di tubuh Perumda Tirta Patriot. Ia meyakini masih banyak figur profesional lain di Bekasi yang mampu memimpin perusahaan daerah tersebut dengan standar etika yang lebih tinggi.
“Saya yakin banyak warga Bekasi yang mampu memimpin PDAM ke arah yang lebih baik. Apalagi, banyak permasalahan internal yang belum terselesaikan. Karena itu, pencopotan Aweng dari jabatan Dirut adalah langkah paling tepat,” pungkasnya.
Dalih Kelelahan
Sebelumnya, Dirut Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, telah menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik dan legislatif pada Senin (1/12).
Ia berdalih insiden tersebut terjadi di luar kendalinya (force majeure) akibat kelelahan fisik yang ekstrem setelah rangkaian aktivitas padat.
“Saya juga mungkin lalai. Karena saya tertidur dan memang capek waktu itu. Jadi pada prinsipnya itu qadarullah, tidak disengaja,” bela Ali.
Ali juga mengklarifikasi bahwa saat kejadian, rapat baru memasuki tahap pengenalan BUMD dan belum masuk ke materi pembahasan mendalam.
Meski DPRD telah menerima permintaan maaf tersebut, desakan dari PMPRI menunjukkan bahwa publik menuntut standar akuntabilitas yang lebih tinggi dari para pejabatnya. ***






