“Kami meminta semua pihak untuk bersabar. Kami ingin figur yang terbaik untuk posisi ini,” jelasnya.
Vivin juga mengingatkan bahwa membangun prestasi tim nasional adalah sebuah proses investasi yang membutuhkan waktu dan strategi yang tepat, bukan sekadar soal biaya.
“Prestasi itu adalah investasi. Ini bukan cuma masalah biaya, tapi juga membutuhkan waktu dan strategi yang pas,” punggkasnya.
Seperti diketahui, kursi pelatih timnas senior Indonesia kosong sejak PSSI resmi memecat Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025.
Keputusan tersebut diambil sebagai imbas dari kegagalan timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. ***






