JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho kecewa dengan kualitas rumput di Jakarta International Stadium (JIS) setelah timnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Bali United pada laga pekan kelima BRI Super League 2025/26, Minggu (14/9).
Ridho menilai kondisi rumput yang kurang optimal membuat permainan Persija—yang mengandalkan umpan pendek dan kombinasi cepat—tidak berjalan maksimal.
“Saya sangat senang bisa bermain di stadion yang sangat bagus. Tapi mungkin sebagai perwakilan teman-teman, ingin memberikan masukan, kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki,” kata Ridho dalam konferensi pers pascalaga.
Bek berusia 23 tahun itu bahkan menyebut rekan-rekannya harus beradaptasi dengan cara kontrol bola yang berbeda. “Kadang lapangan naik-naik, jadi kami harus belajar kontrol di betis,” tambahnya.
Dalam laga tersebut, Bali United lebih dulu unggul melalui gol Mirza Mustafic pada menit ke-18. Persija baru bisa menyamakan kedudukan lewat Bruno Tubarao pada menit ke-56, setelah menerima assist dari Ridho. Gol ini menjadi debut manis bagi Tubarao bersama Macan Kemayoran.
Hasil imbang membuat Persija berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 11 poin, hanya terpaut satu angka dari Borneo FC yang masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak. Sementara Bali United menempati posisi kesembilan dengan enam poin.
Kritik dari Kedua Pelatih
Pelatih Persija, Mauricio Souza, ikut menyoroti kondisi lapangan JIS. Menurutnya, stadion yang digadang-gadang sebagai salah satu venue termegah di Asia itu memiliki kelemahan mendasar pada kualitas rumput.
“JIS adalah salah satu stadion terindah di dunia. Tidak diragukan lagi. Tapi rumputlah yang menghalangi permainan kami,” ujar pelatih asal Brasil itu.
Hal senada diungkapkan pelatih Bali United, Johnny Jansen. Ia menyebut kualitas lapangan memengaruhi jalannya laga.
“Jika lapangan bagus, tentu akan membantu kami. Tapi jika tidak, kami harus menghadapinya,” kata pelatih asal Belanda tersebut.






