Pertandingan bahkan sempat terhenti sejenak akibat cedera Jihad Ayoub setelah bertabrakan dengan kiper Mostafa Matar.
Keributan kecil juga terjadi menjelang laga berakhir ketika Marselino menendang bola ke arah pemain Lebanon yang sedang bersiap melakukan lemparan ke dalam.
Namun, insiden itu tak mengubah hasil akhir yang tetap imbang 0-0.
Tanpa Shot on Target
Meski menguasai jalannya laga, Timnas Indonesia gagal mencatatkan satu pun shot on target hingga peluit akhir.
Kiper Lebanon nyaris tidak melakukan penyelamatan berarti karena bola tidak ada satu pun yang membahayakan gawangnya.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kluivert, terutama terkait efektivitas lini depan.
Sementara Lebanon yang lebih banyak bertahan, justru mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran melalui Karim Darwich.
Disiplin pertahanan Lebanon membuat pemain Indonesia kesulitan menembus kotak penalti lawan.
Fokus ke Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hasil imbang Indonesia vs Lebanon ini menjadi evaluasi penting bagi Patrick Kluivert dan jajaran pelatih untuk mencari solusi di lini depan.
Pasalnya, Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan lebih berat pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober di Jeddah, sebelum melawan Irak pada 11 Oktober. ***






