JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan membantah keras unggahan negatif yang beredar di media sosial terakit rombongan AHY yang menyerobot rombongan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kejadian ini sempat viral di media sosial ketika rombongan “tot tot wuk wuk” tersebut menyalip kendaraan HB X yang berhenti saat lampu merah.
Dilansir dari Thread @krisnaadipradana, mobil Lexus LM 350h warna hitam yang didalamnya ada Sultan HB X berhenti di lampu merah.
Tiba-tiba ada mobil polisi dengan sirene yang muncul dari arah belakang dan menerobos menyalip mobil HB X dan pengendara lain yang berhenti.
Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, melalui keterangan tertulis pada Minggu (12/10/2025) membantah jika rombongan yang menyerobot tersebut ada AHY di dalamnya.
Herzaky menjelaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan rombongan yang melanggar tersebut dengan Menko AHY adalah tidak benar dan tidak berdasar.
Ia merujuk pada fakta jadwal kegiatan kedua tokoh setelah kunjungan kerja di Gunungkidul.
“Mengutip sejumlah pemberitaan, Sri Sultan memang mendampingi Menko AHY dalam kegiatan di Gunungkidul. Namun faktanya, yang tidak disebutkan dalam berbagai pemberitaan dan tidak dicek terlebih dahulu adalah bahwa setelah kegiatan di Gunungkidul, rombongan Menko AHY meninggalkan lokasi sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan menuju Kota Yogyakarta karena ada agenda lanjutan,” tegas Herzaky.
Dengan demikian, sangat tidak mungkin rombongan Menko AHY justru melewati Sri Sultan di lampu merah seperti yang tampak dalam video viral tersebut.
“Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” lanjutnya.
Herzaky Mahendra Putra menyampaikan keprihatinannya, khususnya terhadap seorang staf Humas dari instansi pemerintahan di DIY yang komentarnya di media terkesan mengarahkan tuduhan ke rombongan Menko AHY.
Ia meminta staf tersebut untuk lebih berhati-hati dan melakukan tabayyun (klarifikasi) sebelum berkomentar.






