JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Militer Myanmar melancarkan penggerebekan besar-besaran terhadap KK Park, salah satu pusat penipuan online (online scam) terbesar di Myawaddy, yang berbatasan langsung dengan Thailand.
Aksi ini memicu eksodus massal ratusan pekerjanya, termasuk puluhan Warga Negara Indonesia (WNI), yang nekat melarikan diri dengan menyeberangi Sungai Moei.
Gubernur Provinsi Tak, Thailand, Sawanit Suriyakul Na Ayutthaya, mengonfirmasi pada Kamis (23/10) bahwa sedikitnya 677 orang telah berhasil menyeberang ke wilayah Thailand untuk mencari perlindungan.
Pihak berwenang Indonesia juga telah memverifikasi keberadaan WNI di antara para pekerja yang kabur tersebut.
Menurut rilis resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, total ada sekitar 75 WNI yang berhasil keluar dari kompleks KK Park. Namun, nasib mereka terpencar.
“KBRI Yangon telah menerima konfirmasi dari KBRI Bangkok bahwa otoritas Thailand melaporkan adanya sekitar 20 WNI yang telah berhasil menyeberang ke wilayah Thailand,” demikian pernyataan KBRI dikutip Jumat (24/10).
Saat ini, identitas dan kondisi ke-20 WNI tersebut sedang diverifikasi lebih lanjut oleh otoritas di Mae Sot, Thailand.
Sementara itu, 55 WNI lainnya dilaporkan masih berada di sekitar kawasan Myawaddy-Shwe Kokko untuk mencari tempat aman, dan sebagian lainnya diduga masih tertahan di dalam KK Park.
Respons Otoritas Thailand
Ratusan orang yang melarikan diri tersebut—terdiri dari 618 pria dan 59 wanita—langsung ditangani oleh militer dan polisi imigrasi Thailand.
Mereka berasal dari berbagai negara, mayoritas dari Tiongkok dan India, serta sebagian kecil dari Vietnam, Pakistan, dan Indonesia.






