JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Presiden Prabowo Subianto mengangkat analis politik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Pelantikan Qodari berbarengan dengan reshuffle kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/9).
Qodari menggantikan Letjen TNI (Purn) AM Putranto, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala KSP.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier Qodari, yang transisi dari seorang penilai politik menjadi salah satu pelaksana agenda utama pemerintah.
Dengan penempatannya sebagai KSP, Qodari memiliki kekuasaan untuk mengkoordinasikan program-program prioritas lintas kementerian, mensinergikan agenda-agenda strategis, dan memastikan komunikasi politik pemerintah berjalan secara efektif.
Pelantikan Qodari dianggap sebagai langkah taktis Presiden Prabowo untuk menempatkan sosok yang memahami betul dinamika politik dan persepsi publik dalam lingkaran dalam kekuasaannya.
Jejak Karier: Dari Peneliti Menjadi Konsultan Pemenangan Prabowo-Gibran
Sebelum masuk ke Istana, Muhammad Qodari dikenal luas sebagai pendiri dan direktur eksekutif lembaga survei Indo Barometer.
Ia menempuh pendidikan politik yang mumpuni, meraih gelar sarjana dari FISIP Universitas Indonesia dan melanjutkan studi S2 di University of Essex, Inggris.
Ia kemudian menyelesaikan program doktoral di bidang ilmu politik di UGM, dengan fokus disertasi pada perilaku pemilih.
Rekam jejaknya di dunia riset dimulai di lembaga-lembaga terkemuka seperti ISAI dan CSIS, sebelum akhirnya bergabung dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Namun, Qodari tidak hanya puas menjadi pengamat di pinggir lapangan. Ia secara aktif terlibat dalam arena politik, menjadi konsultan bagi berbagai kandidat dan memimpin gerakan relawan.
Peran besarnya dalam Pemilu 2024, di mana ia menjadi konsultan pasangan Prabowo-Gibran. Qodari menjadi bagian integral dari mesin politik yang mengantarkan kemenangan sekali putaran.






