Posisi Sekretaris Dewan Penasihat diisi oleh Sasongko Tedjo, mantan Pemred Suara Merdeka, yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.
Nama besar lain yang bergabung antara lain Ilham Bintang, Karni Ilyas, Dahlan Iskan, serta Retno Pinasti yang mewakili jurnalis perempuan senior.
Kehadiran figur lintas generasi juga terlihat di Dewan Pakar, yang diketuai Dhimam Abror bersama Nurjaman Mochtar.
Kemal Effendi Gani, Pemimpin Umum dan Pemred Majalah SWA. Asro Kamal Rokan, mantan Pemred Republika yang, kini menjabat Presiden ISWAMI.
Struktur ini juga diperkuat oleh Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers yang dikenal sebagai pakar regulasi media dan penyiaran.
Sementara itu, Iman Brotoseno, Dirut TVRI sekaligus sutradara film, menambah warna latar belakang pengurus PWI.
Lalu ada Hendrasmo, Dirut RRI sekaligus doktor Ilmu Politik yang sebelumnya pernah berkarier di BBC.
Jurnalis muda seperti Alfito Deannova (Detik.com) dan Aiman Witjaksono turut masuk dalam struktur, menandai kombinasi pengalaman panjang dengan energi baru.
Hadapi Era Digital
Pengurus baru PWI Pusat 2025–2030 diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor inovasi pers Indonesia.
Tantangan seperti disinformasi, keberlanjutan media, serta adaptasi teknologi AI menjadi agenda utama yang harus dihadapi organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
Dengan komposisi representatif antara senior dan generasi muda, PWI optimistis dapat memperkuat kompetensi wartawan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai pilar demokrasi.






