KAI Pasang PLTS, Hemat Rp2,5 Miliar Sekaligus Kurangi 1.400 Ton Emisi CO₂

PT KAI berhasil menghemat pemakaian listrik hingga Rp2,6 Miliar per tahun dengan memanfaatkan PLTS (foto: PT KAI)

Tren di Asia

Pemanfaatan energi surya perkeretaapian ini sebelumnya sudah banyak dimaanfaatkan di kawasan Asia.

Menurut laporan dari The Brainy Insights, kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan tercepat dalam pasar kereta bertenaga surya hingga tahun 2032.

Hal ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk tingginya tingkat paparan sinar matahari di banyak negara, kebutuhan untuk mengurangi emisi, dan upaya untuk mengatasi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Indian Railways misalnya, pada 2017 lalu sudah memperkenalkan kereta DEMU (Diesel Electric Multiple Unit) dengan panel surya di atap setiap gerbong.

Energi ini digunakan untuk menyuplai listrik bagi penerangan, kipas, dan sistem informasi di dalam kereta.

India menjadi salah satu negara yang getol memanfaatkan energi surya ini. Salah satunya yakni pemasangan panel surya di antara rel kereta api.

Tujuannya adalah untuk memanfaatkan lahan kosong yang luas dan tidak terpakai di sepanjang jalur rel.

Baca Juga  Libur Nataru 2025: KAI Diskon 30 Persen untuk 1,5 Juta Tiket Kereta Api

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top