Proyek percontohan di Banaras Locomotive Works, India, yang baru diresmikan pada 15 Agustus 2025. Perusahaan ini telah memasang 28 panel surya di antara rel untuk menghasilkan listrik.
Proyek PLTS Kereta Api
Beberapa negara di Asia memimpin dalam penerapan energi surya perkeretaapian, dengan inisiatif yang cukup ambisius:
India: Indian Railways menjadi salah satu yang paling progresif. Mereka memasang instalasi surya di sekitar 960 stasiun dan menghasilkan 1.000 MW listrik surya dan 200 MW listrik angin.
Salah satunya adalah pabrik surya 1.7 MW di Madhya Pradesh. Dimaana mereka mampu menyalurkan listriknya langsung ke jalur listrik atas untuk menggerakkan kereta.
Tiongkok: Tiongkok, sebagai salah satu pemimpin dalam energi bersih, juga mengintegrasikan energi surya ke sistem perkeretaapiannya.
Atap stasiun kereta cepat Xiongan, misalnya, ditutupi dengan perangkat fotovoltaik seluas 42.000 m² dengan kapasitas 6 MW. Ini mampu menghasilkan 5,8 juta kWh listrik per tahun, yang dapat memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan stasiun.
Indonesia: KAI telah memasang PLTS di 66 lokasi dengan total kapasitas 1.189 kWp, yang mampu menghemat biaya operasional miliaran rupiah. Selain itu, proyek kereta Trans-Sumatra juga akan memasang panel surya di sepanjang jalurnya untuk menyuplai listrik. ***






