DENPASAR, ULASANBERITA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik dan mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu penanganan korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali. Banjir besar melanda Kota Denpasar dan sekitarnya pada Rabu (10/9/2025) akibat hujan lebat yang mengguyur selama dua hari berturut-turut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Tagana bersama Petugas Sosial Keliling Bencana Alam (PSKBA) telah berada di lapangan untuk penanganan darurat. “Teman-teman Tagana dan PSKBA sudah turun untuk penanganan,” kata Mensos dalam keterangan resminya, Kamis (11/9).
Kemensos mendistribusikan logistik dari Gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali. Bantuan dari Paramita Mataram mencakup 2.000 paket makanan siap saji, 318 perlengkapan anak-anak, 87 perlengkapan keluarga, 497 kasur, 568 tenda gulung, serta 48 unit tenda portabel keluarga.
Sementara dari Dinas Sosial Provinsi Bali, bantuan yang disalurkan ke Kota Denpasar, Jembrana, dan Gianyar terdiri atas 500 selimut, 500 kasur, 600 paket perlengkapan keluarga, serta 300 paket sandang dewasa.
Kemensos juga mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Selain itu, tim melakukan asesmen terhadap korban luka dan meninggal dunia guna menyalurkan santunan ahli waris.
Status Darurat Bencana
Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan status darurat bencana banjir, mengingat besarnya dampak yang dirasakan warga. Kawasan Kampung Jawa menjadi salah satu lokasi paling parah, di mana air sungai meluap hingga merusak rumah-rumah di bantaran sungai.
Hujan ekstrem yang menyebabkan banjir di Bali sejalan dengan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah selatan Indonesia pada awal September.
Korban Jiwa dan Hilang
Berdasarkan data sementara Kemensos, empat orang meninggal dunia imbas banjir di Bali, yakni:
- Ni Wayan Lenyod (56), warga Banjar Tengah, Denpasar Selatan
- Nadira (48), warga Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat
- Ni Wayan Puspa (83), warga Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara
- Dede Rio (20), warga Monang-Maning, Denpasar Barat
Sementara lima orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian: Ni Wayan Werni (70), Ni Ketut Merta (63), Maimun (82), Tasnim Ibrahim (43), dan Farwah Husein (25). ***
sumber: kemensos






