Lawan KLB Campak di Sumenep, Kemenkes Gencarkan Vaksinasi

ilustrasi vaksinasi pada anak (foto: kemenkes)

JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah taktis dan cepat dengan menggencarkan program vaksinasi sebagai upaya mendesak untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan, fokus utama saat ini adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap imunisasi anak-anak guna meredam laju penularan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi.

“Sebenarnya untuk campak, kita sudah melakukan imunisasi dan vaksinasi secara rutin kepada anak-anak. Mungkin jika ada 1-2 kasus yang kemudian meningkat, itu biasanya karena kepatuhan untuk melaksanakan vaksinasi,” kata Wamenkes Dante di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Pernyataan ini sekaligus menyoroti peran krusial kepatuhan masyarakat yang menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan program kesehatan publik.

Vaksinasi Massal

Lonjakan kasus campak di Sumenep bukanlah sekadar angka statistik. Wabah ini telah menelan 17 korban jiwa dan menginfeksi 2.035 orang, menjadikannya situasi yang memerlukan respons darurat.

Data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep mencatat lonjakan drastis dari 319 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 1.944 kasus hingga pekan ketiga Agustus 2025.

Pemerintah menargetkan sebanyak 78.569 anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun sebagai sasaran vaksinasi.

Baca Juga  Dewan Pers: Sengketa Konten Medsos Milik Media Massa Tunduk pada UU Pers, Bukan UU ITE

Program massal ini akan berlangsung selama 21 hari, mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025. Dengan ketersediaan sekitar 18 ribu vial vaksin yang setara dengan lebih dari 80 ribu dosis, Kemenkes berupaya memastikan cakupan vaksinasi yang luas dan merata.

Pelaksanaan vaksinasi tidak hanya berpusat di 26 puskesmas utama, tetapi juga diperluas ke puskesmas pembantu untuk menjangkau lebih banyak anak-anak di daerah terpencil.

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top