JAKARTA, ULASANBERITA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan seorang narapidana kasus terorisme (napiter) yang dipercaya untuk mengibarkan bendera Merah Putih.
Momen ini menjadi simbol kuat keberhasilan program pembinaan yang berfokus pada nasionalisme dan persatuan.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menyatakan bahwa upacara ini bertujuan untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air kepada seluruh warga binaan.
“Kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa. Melalui peringatan HUT RI, kami ingin meneguhkan kembali semangat persatuan, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa cinta tanah air adalah bagian penting dalam proses pembinaan,” ujarnya.
Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Yulius Jum Hertantono, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa upacara ini bukan sekadar simbol sejarah.
“Mengibarkan bendera adalah tanda kebanggaan terhadap bangsa. Ketika dilakukan oleh warga binaan, apalagi napiter, hal ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang. Inilah esensi pemasyarakatan, yaitu menghadirkan proses pembinaan yang menumbuhkan kesadaran akan nasionalisme dan persatuan,” kata Yulius.
Salah satu napiter tak bisa menyembunyikan rasa bangganya bisa berpartisipasi dalam upacara ini. Ia menceritakan perjalanan panjangnya dalam memaknai cinta tanah air. Dia bahkan terlihat menitikan air mata karena haru.
“Dulu saya punya pandangan yang salah tentang negara, tapi hari ini saya berdiri tegak di bawah bendera Merah Putih dengan perasaan berbeda. Saya belajar bahwa mencintai Indonesia adalah bagian dari iman saya. Saya ingin berubah dan berkontribusi positif,” tutur BS.
Selain upacara bendera, perayaan HUT RI di Lapas Cipinang juga dimeriahkan dengan berbagai lomba khas kemerdekaan yang diikuti oleh petugas dan warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Cipinang untuk terus menghadirkan pembinaan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel. ***
sumber: infopublik.id






