Perginya Sang Begawan, ….

Romo Mudji
Romo Mudji

Romo dari Ordo jesuit ini,masih naik bajaj,naik kereta api,tinggal dalam rumah kecil di Salemba.Melakukan misi mengasihi,untuk siapa saja,kata katanya selalu menimbulkan keteduhan tatkala kita ada di sekitar dia.

Sebagai ahli filsafat India, sastrawi nya timbul dalam buku ” Zen Budhisme”, sang Romo brahmani ini, Sederhana,jelas, memaparkan semu a pemikiran pemikiran nya, dalam kontek keimanan dan kemanusiaan.

Sempat membawanya ke ” ranah praktis” dengan menjadi anggota KPU ( 2001 -2003), bersama Imam Prasodjo, tetapi dia keluar dari situ, sempat melakukan ” kamisan” yaitu demonyg dilakukan tiap hari Kamis di Bundaran Hi untuk mengingatkan peristiwa Semanggi, semuanya dilakukan beliau sebagai tanggung jawab kebenaran untuk bangsa.

Misa pro defuntis
( Ia telah pergi)
Kembali kepada pemilik nya yg dengan setia dilayaninya.
Selamat jalan ,Romo Muji

Namun warisan ide budayanya akan terus menjadi cahaya bagi mereka yg mencari makna dalam ” persimpangan” antara religiusitas dan Kebudayaan,jejak rekamnya bukan hanya di altar tapi juga di ruang kemanusiaan tanpa pilih kasih.

Sapaan Romo

Jangan biarkan lilinmu menyala sendiri, karena belum tentu baik, tapi jika terangmu mampu menyalakan lilin lain, dunia akan semakin ” terang”

Jangan kau cari kesalahan, demi kebenaranmu, tetapi tunjukkan kebenaran hidupmu, maka kesalahan orang lain akan tertutupi dan menjadi pelajaran “nyata dalam hidupmu”

Karena kebaikan yang tidak dibagikan bukanlah “kebaikan”

Baca Juga  Dinilai Sukses Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Bupati Maros Chaidir Syam Raih Penghargaan Bela Negara 2025

Terang yang tidak dipancarkan, bukanlah terang.

 

@ Penulis adalah pemerhati masalah sosial, tinggal di Bekasi.

BERITA TERKAIT

ADVERTISEMENT
Scroll to Top