Peran Aktif Indonesia
Menurut pengamat hubungan internasional dari CSIS Jakarta, Arif Hidayat, langkah ini memperlihatkan strategi Indonesia untuk memperkuat citra sebagai kekuatan menengah (middle power) yang berperan aktif dalam perdamaian internasional.
“Indonesia punya rekam jejak panjang dalam misi perdamaian PBB, dan komitmen Presiden Prabowo mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain penting di kawasan dan global,” kata Arif.
Pertemuan Prabowo-Guterres berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Menurut data PBB, lebih dari 36.000 korban sipil tercatat dalam konflik Israel-Palestina khususnya di Gaza sejak awal 2024.
Dukungan negara-negara seperti Indonesia dipandang penting untuk memperkuat momentum diplomasi internasional menuju gencatan senjata dan solusi jangka panjang. ***






