Menurutnya, jika Gubernur Dedi Mulyadi merasa tersindir, hal itu merupakan interpretasinya sendiri.
“Saya tidak pernah menyebut nama provinsinya. Kalau Pak Dedi menafsirkan sendiri, mungkin dia debat sama dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data yang ia miliki sinkron dengan data yang dipegang oleh Mendagri Tito Karnavian, yang keduanya berasal dari laporan resmi perbankan.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa sistem monitoring di Bank Indonesia sudah sangat lengkap dan mampu mencatat seluruh data keuangan pemerintah daerah secara terperinci, mulai dari jenis simpanan hingga nama pemerintah daerah pemilik dana.
Dengan nada menyindir, ia menutup pernyataannya dengan meminta pihak Pemprov Jabar untuk proaktif memeriksa langsung ke Bank Indonesia.
“Saya bukan pegawai Pemda Jabar, jadi kalau mau periksa, silakan cek sendiri ke BI. Semua datanya lengkap di sana. Jangan nyuruh saya kerja,” tutup Purbaya. ***






