Digitalisasi yang Memberdayakan dan Indeks Literasi Melonjak
Kemkomdigi juga melampaui target tahunan dalam aspek pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan literasi digital, lebih dari 5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota mengikuti pelatihan tingkat dasar hingga tematik.
Hasilnya, Indeks Literasi Digital Nasional meningkat menjadi 4,12 dari skala lima, melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 4,0.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya sekadar terhubung, tetapi juga semakin terampil dan tanggap digital.
“Pembangunan digital yang sukses adalah yang menumbuhkan kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, beretika, dan produktif di ruang digital,” kata Meutya.
Menjaga Ruang Digital dan Komunikasi Publik
Aspek keamanan ruang digital menjadi perhatian serius. Selama satu tahun, Kemkomdigi melalui unit pengendalian konten telah menangani lebih dari 280 ribu konten negatif, termasuk hoaks, perjudian daring, serta eksploitasi anak dan kekerasan berbasis gender.
Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan platform global.
Selain itu, Kemkomdigi juga memperkuat diseminasi informasi publik melalui jaringan redaksi bersama media pemerintah (InfoPublik.id, Indonesia.go.id, RRI, TVRI, dan ANTARA).
Sepanjang 2025, pemerintah menyebarluaskan lebih dari 12.000 konten informasi strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang.
Meutya Hafid menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa kinerja Kemkomdigi menunjukkan arah transformasi digital yang berorientasi hasil, yakni: kehadiran keadilan digital di seluruh pelosok negeri. ***
sumber: infopublik






